AC Split Berisik dan Bau Tak Sedap: Penyebab dan Solusinya
Tim Teknisi Solusi Karya Nusantara · 2026-10-19 · 5 min read
AC split yang biasanya bekerja tenang lalu tiba-tiba berisik, atau yang mengeluarkan bau tak sedap saat dinyalakan, sering membuat penghuni rumah khawatir. Untungnya, suara dan bau yang muncul biasanya punya pola tertentu yang bisa membantu menebak penyebabnya. Artikel ini membahas jenis-jenis suara dan bau yang paling sering dikeluhkan, kemungkinan penyebabnya, dan langkah aman yang bisa Anda lakukan sebelum memanggil teknisi.
Mengapa AC Split Bisa Berisik atau Berbau?
Dalam kondisi normal, AC split hanya mengeluarkan suara desir halus dari hembusan udara. Begitu ada komponen yang kotor, kendor, atau rusak, suara dan bau yang keluar pun berubah. Suara biasanya berasal dari bagian mekanis (kipas, motor, bracket) atau aliran refrigerant, sementara bau umumnya berasal dari kotoran, air, atau — dalam kasus yang perlu diwaspadai — komponen listrik yang memanas.
Jenis Suara yang Sering Muncul
1. Suara Berisik atau Berderak (Rattling)
Suara seperti benda longgar yang bergetar biasanya muncul dari baut dudukan yang kendor, panel penutup yang tidak terpasang rapat, atau ada benda kecil (ranting, daun kering) yang masuk ke kisi-kisi unit outdoor.
Cara mengatasi: Periksa apakah penutup unit indoor/outdoor terpasang rapat. Untuk unit outdoor, lihat apakah ada benda asing yang tersangkut di kipas. Jika sumber suara tidak terlihat jelas, serahkan pengecekan ke teknisi agar tidak perlu membongkar unit sendiri.
2. Suara Melengking atau Mendecit (Squealing)
Suara melengking terus-menerus, terutama saat AC baru dinyalakan, sering berasal dari motor kipas yang mulai kehilangan pelumas pada bearing, atau belt yang mulai getas pada beberapa model unit outdoor.
Cara mengatasi: Suara ini menandakan komponen mekanis sudah mulai lelah dan sebaiknya segera diperiksa teknisi sebelum motor kipas benar-benar rusak dan perlu diganti.
3. Suara Berdetak (Clicking)
Detak singkat saat AC baru dinyalakan atau dimatikan umumnya normal — ini suara relay listrik yang bekerja. Namun, detak yang berulang terus-menerus selama AC beroperasi bisa menandakan kipas yang tidak seimbang atau komponen elektronik yang bermasalah.
Cara mengatasi: Jika detak hanya terjadi sesaat di awal/akhir operasi, tidak perlu khawatir. Jika detak berlanjut terus-menerus, catat pola suaranya dan sampaikan ke teknisi saat servis.
4. Suara Mendesis atau Menggelembung (Hissing/Bubbling)
Desisan halus dari unit indoor bisa jadi suara aliran refrigerant yang normal. Namun, desisan yang cukup keras disertai AC yang kurang dingin bisa menandakan ada kebocoran kecil pada sambungan pipa refrigerant.
Cara mengatasi: Perhatikan apakah AC juga terasa kurang dingin dibanding biasanya. Jika ya, jangan menambah atau membuka sambungan pipa sendiri — ini pekerjaan teknisi bersertifikasi yang memiliki alat ukur tekanan.
5. Dengung dari Unit Outdoor (Compressor Hum)
Dengung rendah dan konstan dari unit outdoor adalah suara normal kompresor yang bekerja. Namun, dengung yang tiba-tiba lebih keras dari biasanya, apalagi disertai getaran berlebih pada dudukan unit, bisa menandakan kompresor mulai bermasalah atau dudukan unit yang tidak lagi kokoh.
Cara mengatasi: Periksa apakah bracket atau kaki dudukan unit outdoor masih kencang dan rata. Jika dengung makin keras dari waktu ke waktu, segera jadwalkan pengecekan teknisi.
Jenis Bau yang Sering Muncul
1. Bau Apek atau Jamur (Musty/Moldy)
Ini bau yang paling umum dikeluhkan, biasanya tercium kuat saat AC baru dinyalakan setelah tidak dipakai beberapa waktu. Penyebabnya adalah jamur dan lumut yang tumbuh di evaporator, filter, atau drain pan yang lembap dan kurang rutin dibersihkan.
Cara mengatasi: Cuci filter udara dan jadwalkan cuci unit indoor secara rutin. Kami pernah membahas panduan lengkapnya di artikel Berapa Bulan Sekali AC Split Harus Dicuci?.
2. Bau Terbakar atau Hangus (Burning)
Bau seperti plastik atau kabel terbakar adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Penyebabnya bisa berupa komponen elektronik yang mengalami korsleting, kapasitor yang rusak, atau kabel yang terkelupas dan bersentuhan dengan komponen lain.
Catatan keselamatan: Jika mencium bau terbakar atau hangus, segera matikan AC dari saklar dan cabut steker, lalu hubungi teknisi. Jangan menyalakan kembali AC sampai diperiksa, karena risiko korsleting bisa berujung pada kebakaran.
3. Bau Seperti Telur Busuk atau Got (Rotten Egg/Sewer-like)
Bau menyengat seperti got atau telur busuk biasanya bukan berasal dari dalam AC, melainkan dari saluran pembuangan (drain) yang terhubung ke pipa air kotor rumah, terutama jika tidak ada perangkap air (water trap) pada jalur drain.
Cara mengatasi: Periksa apakah ujung selang drain terhubung langsung ke saluran air kotor tanpa jeda udara. Penyesuaian jalur drain sebaiknya dilakukan teknisi agar bau tidak kembali naik ke dalam ruangan.
4. Bau Rokok atau Makanan yang Menempel
AC yang menyala di ruangan dengan asap rokok atau aroma masakan yang kuat dapat menyerap bau tersebut ke dalam filter dan evaporator, lalu mengembuskannya kembali setiap kali dinyalakan meski sumber bau sudah tidak ada.
Cara mengatasi: Cuci filter lebih sering jika ruangan sering terpapar asap rokok atau aroma masakan kuat. Pembersihan evaporator secara berkala juga membantu menghilangkan bau yang sudah menempel.
Kapan Harus Memanggil Teknisi
Segera hubungi teknisi jika Anda mencium bau terbakar (matikan AC dulu), mendengar suara melengking atau dengung yang makin keras dari waktu ke waktu, menduga ada kebocoran refrigerant dari suara mendesis, atau bau apek tetap muncul setelah filter dan unit dibersihkan sendiri. Jangan membongkar unit, menyentuh komponen listrik, atau membuka sambungan pipa refrigerant tanpa alat dan keahlian yang sesuai.
Tim Solusi Karya Nusantara melayani cuci AC, perbaikan kebocoran, dan pengecekan kelistrikan AC split untuk rumah tangga dan bisnis di Medan dan sekitarnya, dengan teknisi bersertifikasi Daikin.